Home » » BU ANI ISTRI ATASANKU

BU ANI ISTRI ATASANKU

Written By Amang Berangas on Minggu, 08 Desember 2013 | 2:56:00 PM

Foto Bugil Tante Girang
Bu Ani Istri Atasanku Aku sendiri juga bingung kenapa untuk urusan MESUM aku lebih suka dengan wanita yang aku anggap lebih dewasa mungkin karena lebih berpengalaman kali ya berikut kisahnya. Bahkan ada dua temanku yang menanyakan kemungkinan untuk tidak sekadar mendapat layanan memijat dari Bu Indah tetapi lebih dari itu kayaknya bisa nggak Bud kalau Bu Indah diajak begituan Aku suka lho wanita tipe seperti dia sudah tua tapi tubuhnya masih bagus dan terawat kata Amat teman sekantorku suatu hari setelah hari sebelumnya dipijat Bu Indah di rumahnya. Amat juga cerita saat dipijat ia sempat menggerayang ke balik daster yang dipakai Bu Indah tetapi ternyata kata temanku Bu Indah di samping memakai celana panjang ketat sebatas lutut juga memakai celana dalam rangkap entah rangkap berapa celana dalam yang dipakainya Aku sampai nggak bisa merasakan empuknya memek dia ungkap Amat menambahkan. Mendengar ceritanya aku jadi ingin ketawa sekaligus bangga sebab ide memakai pakaian seperti itu saat memijat memang atas saranku karena kuyakin para pria pasti tertarik untuk iseng dan coba coba tetapi agar Amat menjadi penasaran dan tetap menjadi langganan pijat kukatakan padanya kalau aku tidak tahu bisa tidaknya Bu Indah memberi layanan Sex selain memijat. Selama ini sih aku hanya tahu dia tukang pijat yang baik dan pijatannya enak kalau sampai ke masalah itu saya tidak tahu mungkin kalau pendekatannya pas bisa saja dia mau melayani apalagikan udah cukup lama ia ditinggal suaminya ujarku. Pria lain yang juga Cerita Dewasa terang terangan menyatakan ketertarikannya pada Bu Indah adalah atasanku bahkan setelah aku sering mengantar Bu Indah untuk memijat karena Pak Hendra lebih senang pijat di rumahnya ia menjadi semakin dekat denganku Aku juga dipercaya memegang sebuah proyek dengan nilai cukup besar sesuatu yang belum pernah dipercayakan padaku. Menurut Pak Hendra pijatan Bu Indah bukan hanya enak tetapi juga mampu menggairahkan kejantanannya jangan cerita ke siapa siapa ya saya dengan ibu sudah lama tidak jalan lho nggak tahu kenapa tetapi melihat pemijat tetanggamu itu dan mendapat pijatannya sepertinya mulai agak bangkit suaminya sampai sekarang belum pulang kata Pak Hendra ketika aku menghadapnya di ruang kerjanya. Pak Hendra mengundangku karena nanti malam jadwalnya dia dipijat Bu Indah tetapi menurut dia istrinya juga ada rencana belanja ke supermarket dan menemui salah satu koleganya pedagang permata selain mengantar Bu Indah ke rumahnya aku diminta bantuan menyopir mobil untuk mengantar istrinya. Sebagai seorang bawahan terlebih karena kebaikannya mempercayakan sebuah proyek berdana besar kepadaku kusampaikan kesediaanku namun sebelum aku keluar dari ruangannya dia kembali mencegah dan berbisik eehhhhhh Budi kira kira bisa nggak tukang pijat itu memberi layanan lebih kamu bisa bantu aturkan katanya. Aku paham kemana arah pembicaraan atasanku itu maka seperti yang kusampaikan kepada dua temanku yang menjadi langganan pijat Bu Indah kukatakan bahwa selama ini yang kutahu dia hanya berprofesi sebagai pemijat dan soal yang lain lain belum tahu hanya kepada Pak Hendra kukatakan akan mencoba melakukan pendekatan ke Bu Indah. Setelah keluar dari ruang kerja atasanku aku menemui Bu Indah sambil berpura pura cemburu kuceritakan soal ketertarikan atasanku kepadanya tetapi juga Cerita Dewasa kuceritakan tentang kebaikan Pak Hedra termasuk kepercayaannya memberikan proyek besar di bawah penangananku. Bu Indah cerita setiap dipijat Pak Hendra memang berusaha merayunya juga berusaha menggerayang ke balik pakaian seperti temanku yang lain tetapi kelihatannya punya Pak Hendra sudah sulit bangkit kok ujar Bu Indah. Oh jadi cerita Pak Hendra soal kemampuan seksnya yang sudah berkurang itu bener kataku pura pura kaget. Jadi enaknya sikapnya gimana Pak Budi dia kan atasan bapak dan juga baik sama bapak ujarnya lagi. Akhirnya dengan seolah olah sebagai sesuatu yang sangat sulit untuk kuputuskan kukatakan padanya bahwa karena kondisi kemampuan sex atasanku tidak normal maka sebaiknya Bu Indah membantunya saat memijat sebaiknya tidak memakai celana dalam rangkap tiga dan juga tidak memakai celana panjang di balik daster yang dipakai. Maksud saya agar Pak Hendra terangsang karena dia suka sama ibu Memang resikonya Pak Hendra jadi leluasa menjahili ibu sih tetapi niatnya kan untuk membantu menyembuhkan dia gimana menurut ibu kataku. Kalau itu yang terbaik menurut Pak Budi saya sih nurut saja tetapi Pak Budi jangan cemburu ya katanya. Bu Indah langsung kupeluk kukatakan padanya bahwa sebenarnya aku sangat cemburu dan tidak suka tubuh Bu Indah diraba dan dipegang pegang orang lain tetapi demi menolong atasanku itu dan demi membalas kebaikannya aku akan berusaha untuk tidak cemburu asal yang ini jangan diberikan semua ke Pak Hendra ya bu saya suka banget dengan yang ini ujarku sambil meraba memek Bu Indah setelah menyingkap dasternya. Tadinya aku berniat melepaskan hasratku untuk ngentotin tubuh montok tetanggaku itu tetapi setelah saling memagut dan hendak saling melepaskan baju kudengar anak anak Bu Indah pulang dari sekolah hingga kuurungkan niatku dan langsung kebur menyelinap lewat pintu belakang. Seperti yang kujanjikan sekitar pukul 18.00 kujemput Bu Indah dan kuantar ke rumah Pak Hendra dan Bu Indah memakai seragam baju terusan warna putih seperti yang biasa dipakai suster rumah sakit itu memang baju seragamnya saat memijat tetapi dari bentuk cetakan celana dalam yang membayang di pantatnya yang besar kuyakin dia tidak pakai celana panjang dan celana dalam rangkap seperti biasanya.Rupanya dia benar benar memenuhi janjinya untuk melayani Pak Hendra dengan lebih baik seperti yang kusarankan kulihat Pak Hendra sedang menyiram bunga di halaman rumahnya saat aku datang eeeehhh Budi silahkan masuk tuh istriku udah uring uringan karena sudah dandan dan siap berangkat ujarnya mempersilahkan. Benar Bu Ani sudah berdandan rapi dan siap pergi bahkan dia langsung menyerahkan kunci kontak mobil kepadaku wah ibu takut nak Budi telat datang soalnya selain belanja ibu kan harus ke rumah Bu Joko jadi takut kemalaman kata Bu Ani. Bu Ani menyapa Bu Indah ramah dan mempersilahkan masuk ke ruang tamu rumahnya dia meminta Bu Indah menunggu karena suaminya belum mandi bahkan kepada Bu Indah juga berpesan untuk istirahat di kamar tamu rumahnya kalau selesai memijat nanti dia belum pulang santai saja Mbak Indah nggak usah sungkan sungkan kalau mungkin nanti saya juga ikut dipijat ujar Bu Ani yang langsung menghampiriku yang sudah siap dengan mobil kijang keluaran terbaru milik keluarga itu. Usia Bu Ani mungkin sebaya dengan Bu Indah atau boleh jadi lebih tua satu atau dua tahun namun dengan pakaian stelan jas tanpa kancing yang dipadu dengan kaos warna krem di bagian dalam serta celana panjang ketat warna hitam senada wanita itu tampak berwibawa. Bau harum yang lembut dari wangi farfumnya membaui hidungku saat dia masuk ke dalam mobil dia menyebut nama sebuah suoermarket ternama hingga aku langsung menjalankan mobil perlahan untung aku yang biasanya hanya memakai tshirt tadi memutuskan memakai baju lengan panjang meski untuk celana tetap memilih Levi's 501 hingga tidak terlalu canggung mengantar istri atasanku. Ukuran dan bentuk tubuh Bu Ani nyaris sama dengan Bu Indah tinggi besar kakinya panjang dan kekar hanya perutnya relatif lebih rata mungkin karena rajin senam dan olahraga hingga tubuhnya tampak lebih liat. Awalnya pembicaraan lebih bersifat formal tentang bagaimana sikap kepemimpinan suaminya di kantor dan bagaimana penilaianku sebagai bawahan namun lama kelamaan perbincangan menjadi lebih cair setelah topiknya menyangkut keluarga sebentar lagi saya punya cucu lho nak Budi sebab Dewi kemarin telepon katanya sudah hamil kata ibu beranak dua itu. Kalau ngomongnya sama orang yang tidak tahu keluarga ibu nggak akan percaya kalau ibu sudah punya anak kataku. Lho kok gitu nak Budi katanya. Soalnya dari penampilan ibu orang pasti mengira usianya blum 30 tahun soalnya ibu terlihat masih muda dan energik kataku memuji. Ah bisa saja nak Budi pujiannya disimpan saja deh untuk istri nak Budi pasti istrinya cantik ya karena nak Budi kan pandai merayu katanya. Lewat kaca spion wanita yang sehari hari menjadi kepala sekolah di sebuah SD itu kulihat tak mampu menyembunyikan perasaan bangganya atas pujian yang kuberikan seulas senyum manis terlihat menghias wajahnya wajah yang masih menyimpan sisa sisa kecantikan di usianya yang sudah lebih dari tiga puluh tahun itu. Melihat Bu Ani aku jadi ingat Bu Indah wanita itu pasti lagi sibuk memijat tubuh atasanku atau boleh jadi sambil memijat dia jadi terangsang karena tangan Pak Hendra yang menggerayang ke paha dan selangkangan atau di memeknya yang kini hanya dibalut satu buah celana dalam. Membayangkan semua itu aku kembali melirik Bu Ani yang ada di sebelahku perbedaan Bu Indah dengan Bu Ani mungkin hanya pada warna kulitnya kulit Bu Indah lebih terang dan Bu Ani agak gelap kalau teteknya aku berani bertaruh Payudara Bu Ani Istri Atasanku ini juga cukup besar ukurannya meski tertutup jas hitam dan kaos krem yang dipakainya tonjolan yang dibentuknya tak bisa disembunyikan. Dan diluar itu yang pasti Bu Ani lebih wangi dan boleh jadi tubuhnya lebih terawat sebab Cerita Dewasa dia memiliki kemampuan keuangan yang memadai untuk merawat tubuh dan membeli parfum mahal tetapi begitulah hidup rumput tetangga memang selalu nampak lebih hijau dibanding rumput di halaman sendiri. Sudah berapa lama ya Pak Hendra tidak menyentuh wanita berwajah manis ini ahhcch aku juga mau kalau diberi kesempatan ujarku membathin sambil melirik bentuk kakinya yang panjang dan tampak indah dibalut celana hitam ketat. Gara gara terus menerus melirik Bu Ani mobil yang kubawa nyaris menabrak becak untung Bu Ani mengingatkan hingga aku bisa sigap menghindar makanya jangan meleng kenapa sih sepertinya nak Budi ngelihatin ibu terus deh katanya. Ee ee anu eee ibu cantik banget sih jawabku sekenanya. Hush orang sudah tante tante dibilang cantik. Tanpa terasa mobil akhirnya memasuki pelataran parkir supermarket yang dituju tadinya aku berniat menunggu di tempat parkir sementara Bu Ani Istri Atasanku itu berbelanja tetapi Bu Ani memintaku menemani masuk ke supermarket bahkan dia pun menggamit lenganku sambil berjalan di sisiku layaknya seorang istri pada suami. Sebagai anak buah dari suaminya sebenarnya aku agak canggung tetapi karena Bu Ani terkesan sangat santai aku pun akhirnya bisa bersikap wajar bahkan setelah berkali kali tanpa disengaja lenganku menekan buah dada Bu Ani yang kelewat merapat saat berjalan aku mulai nekad mengisenginya sambil berjalan siku lengan kiriku sengaja kutekan ke teteknya hingga kurasakan kelembutan buah dadanya. Entah tidak tahu ulah isengku atau tahu tetapi pura pura tidak tahu Bu Ani bukannya menghindar dari siku lenganku yang nakal sambil terus melangkah di sisiku untuk melihat lihat barang barang di supermarket posisi tubuhnya malah kian merapat akibatnya tonjolan buah dadanya kurasakan ikut menekan lenganku Aku juga mulai bisa memperkirakan seberapa besar Tetek Bu Ani istri atasanku itu. Sebenarnya aku kurang begitu suka mengaantar istri berbelanja sebab biasanya istriku suka berlama lama khususnya ketika berada counter pakaian begitu pun Bu Ani hampir setiap baju dan gaun wanita yang menarik hatinya selalu didekati dan beberapa diantaranya dicobanya di kamar pas. Namun aku yang biasanya jenuh dan menjadi bersungut sungut kali ini malah menikmatinya sebab sambil menunggu wanita itu memilih baju baju yang hendak dibelinya aku jadi punya banyak kesempatan untuk melihat Bentuk Tubuh Bu Ani Istri Atasanku itu saat kuamati dari belakang wanita yang usianya sudah kepala lima itu ternyata masih lumayan seksi. Dalam balutan celana ketat yang dipakainya pinggul dan pantat Bu Ani benar benar aduhai apalagi celana dalam yang dipakainya jadi tercetak sempurna karena ketatnya celana warna hitam yang dikenakan aku terus melirik dan mencari kesempatan untuk menatapnya saat Bu Ani membungkuk atau memilih milih pakaian yang menjadikan posisi pantatnya menonjol. Saat hendak mencoba baju yang diminatinya di kamar pas Bu Ani menitipkan tasnya padaku sambil meminta berada tak jauh dari lokasi kamar pas Lagi lagi goyangan pinggul dan pantat besarnya menggoda Cerita Mesum  mataku saat ia melangkah pikiranku jadi menerawang membayangkan Bu Indah ada perasaan cemburu karena kuyakin Pak Hendra lagi berusaha merayu atau malah sudah berhasil menaklukkan Bu Indah dan tengah menikmati kemontokkan tubuh wanita itu aaahhhh andai Bu Ani bisa kurayu atau membutuhkan layanan sex ujarku membathin. Aku merasakan adanya peluang untuk itu ketika kudengar Bu Ani memanggilku dari kamar pas dengan tergesa aku menuju ke kamar pas yang letaknya agak terpencil dan tertutup oleh display aneka pakaian di supermarket tersebut namun di lokasi itu istri atasanku tak kunjung keluar dan menyampaikan maksudnya memanggilku hingga aku nekad melongokkan kepala dengan menyibak tirai kamar pas. Ternyata di kamar pas Bu Ani Dalam Keadaan Setengah Telanjang karena setelah mencoba baju dan celana yang hendak dibelinya dia belum memakai pakaiannya lagi hanya BH dan celana dalam krem yang menutup tubuhnya maka yang semula hanya bisa kubayangkan kini benar benar terpampang di hadapanku. Wanita yang usianya tidak muda lagi itu benar benar masih menggoda hasratku teteknya nampak agak kendur tetapi besar dan bentuknya masih bagus pahanya mulus tanpa cela hanya meskipun perutnya tidak membuncit seperti perut Bu Indah namun terlihat bergelombang dan ada beberapa kerutan maklum karena faktor usia tapi sedangkan gundukkan di selangkangannya benar benar membuatku terpana besar dan membukit bisa kubayangkan montoknya memek Bu Ani dari apa yang tampak oleh cetakan pada celana dalam yang membungkusnya. Dan anehnya kendati tahu akan kehadiranku dia tak merasa jengah atau mencoba menutupi ketelanjangannya bahkan meskipun mataku terbelalak dan terang terangan menjilati ketelanjangannya busyett kayak yang nggak pernah lihat perempuan telanjang saja nak Budi ini katanya tolong ke sales untuk bajunya ganti nomor yang lebih besar sedikit yang ini kekecilan ujarnya tetap santai. Saat kembali seusai menukar baju pada sales Bu Ani memang telah memakai kembali celana panjang warna hitamnya tetapi di bagian atas tetap terbuka bahkan tanpa menyuruhku pergi dia segera memakai pakaian yang kusodorkan untuk dicobanya dihadapanku menurut nak Budi ibu pantes nggak pakai pakaian model yang seperti ini ngga?ujarnya meminta komentarku. Ee ee bagus seksi banget kataku. Hus dimintai pendapat kok seksi seksi seksi apaan sih katanya. Ee maksud saya dengan pakaian itu ibu terlihat makin cantik dan seksi kataku lagi yang tidak berkedip menikmati kemewahan buah dadanya. Entah karena pujianku atau menganggap baju itu memang sesuai seleranya Bu Ani akhirnya memutuskan membelinya di samping beberapa stel pakain lainnya hanya ketika aku menemani di counter pakaian dalam dan dia memilih milih BH nomor 36B sambil berbisik kuingatkan bahwa nomor itu terlalu kekecilan dipakai olehnya. Ih sok tahu ujarnya lirih. Kan tadi sudah dikasih lihat sama ibu. Bu Ani mencubit pinggangku tetapi tidak sakit karena cubitan mesra dan gemas Kalau bukan ditempat keramaian rasanya aku sudah cukup punya keberanian untuk memeluk atau Mencium Memek Bu Ani Istri Atasanku itu karenanya setelah membayar semua yang dibelinya saat keluar dari supermarket lengannya kugamit untuk meyakinkannya bahwa aku pun tertarik padanya. Seperti tujuannya semula setelah dari supermarket Bu Ani berniat ke rumah temannya untuk urusan pembelian perhiasan tetapi menurutnya dia agak lapar dan ingin menu ikan bakar maka seperti yang dimintanya mobil pun meluncur ke kawasan pantai di mana terdapat rumah makan yang berbentuk saung saung terpisah dan tersebar dan khusus menjual aneka menu seafood. Setelah memesan beberapa menu dan minuman kami menuju ke salah satu saung paling terpencil dan tertutup rimbun pepohonan tadinya Bu Ani memprotes karena menurutnya tempatnya terlalu gelap dan terpencil tetapi saat tanganku melingkar ke pinggangnya dan kukatankan bahwa lebih gelap lebih asyik protesnya yang boleh jadi cuma pura pura segera berhenti dan hanya sebuah cubitan darinya sebagai jawabannya. Dari pinggangnya tangaku meliar turun merayap di pantatnya dari luar celana ketat yang dipakainya pantat besarnya kuraba bokongnya yang lebar masih lumayan padat hanya agak sedikit turun dengan gemas kuusap usap dan kuremas pantat Bu Ani lagi lagi dia tidak menolak dan bahkan kian merapatkan tubuhnya maka setelah di dalam saungia langsung kupeluk dan kulumat bibirnya. Sejenak dia tidak bereaksi hanya diam membiarkan lidahku bermain di rongga mulutnya namun setelah tanganku merayap di selangkangannya dan menelusup masuk ke dalamnya melalui risleting celananya yang telah kuturunkan pagutanku di mulutnya mulai mendapatkan perlawanan bibir dan lidah Bu Ani ikut aktif melumat dan memainkan lidahnya. Memek Istri Atasanku Harum Wangi itu tak cuma tebal tapi juga lebar dan membusung itu kurasakan saat telapak tanganku mengusap dari luar celana dalam yang dipakainya tetapi nampaknya tak berambut permukannya terasa agak kasar karena munculnya rambut rambut yang baru tumbuh sepertinya dia baru mencukur bulu bulu jembutnya itu. Namun saat aku hendak lebih memelorotkan celana panjangnya agar leluasa meraba dan mengusap memeknya Bu Ani mencegah jangan nak Budi nanti ada orang kan pelayan belum ke sini buat nganterin pesanan makanan kita sergahya. Ii ii iya Bu. Benar juga ujarku membathin Aku terpaksa menahan diri untuk tidak meneruskan niatku memelorotkan celana panjang yang dipakai Bu Ani hanya usapan dan rabaanku di busungan memeknya tak kuhentikan bahkan sesekali aku meremasnya dengan gemas karena keinginan untuk memasukkan jariku ke lubang nikmatnya tak kesampaian. Diobok obok di bagian tubuhnya yang paling peka kendati masih di luar celana dalamnya Bu Ani mendesah pelukannya semakin ketat dan lumatannya di bibirku makin menjadi rupanya wanita yang usianya sudah di atas kepala empat itu mulai terbangkitkan hasratnya Aku dan Bu Ani baru melepaskan pelukan dan segera berbenah setelah dari jauh kulihat dua pelayan wanita membawa nampan berisi makanan dan minuman yang kami pesan.Selembar uang pecahan Rp 50 ribu kusisipkan di nampan salah satu pelayan perempuan setelah mereka selesai menghidangkan yang kami pesan terima kasih dan selamat menikmati kata keduanya sambil melemparkan senyum dan beranjak meninggalkan saung yang kami tempati. Tetapi bukannya makanan yang terhidang yang kuserbu setelah kedua pelayan meninggalkan saung dari arah belakang kudekati dan kupeluk Bu Ani yang di tikar saung yang menyajikan makanan secera lesehan itu tidak makan dulu nak Budi ujar Bu Ani. Tetapi aku tak peduli pada apa yang dikatakan istri atasanku itu hasrtaku lebih besar untuk segera menikmati kehangatan tubuhnya ketimbang makanan yang tersaji hingga setelah membenamkan wajahku ke keharuman rambutnya tanganku langsung meliar meremasi teteknya dari luar t shirt warna krem yang dipakai dibalik jaketnya yang tak terkancing. Seperti tetek Bu Indah susu Bu Ani juga sudah agak kendur tapi dari segi ukuran nampaknya tak jauh beda besar dan empuk entah bentuk putingnya sambil kuciumi tengkuk dan lehernya tanganku merayap ke balik t shirt yang dipakainya kembali aku meremas teteknya dan kali ini langsung dari BH yang membungkusnya kelembutan buah dada Bu Ani baru benar benar dapat kurasakan setelah aku berhasil merogoh dan mengelurkannya dari BH. Bu Ani mulai menggelinjang dan mendesah saat aku meremas remas teteknya perlahan dan memainkan puting putingnya dia menyandarkan tubuh ke dadaku seakan memasrahkan tubuhnya padaku Sshhh aaahhh sshhh aahhh ibu sudah lama tidak begini nak Budi ujarnya mendesah. Lho kan ada Pak Hendra kataku menyelidik. Dia jarang mau diajak dan soalnya kontolnya sudah sulit bangun katanya. Meski sudah mendengar langsung dari Pak Hendra aku agak kaget karena ternyata cerita atasanku itu benar adanya pantesan Bu Ani merasa tidak ada masalah meninggalkan suaminya dipijat wanita lain berdua di rumahnya. Ternyata wanita yang ada dalam pelukanku ini sudah lama tidak dijamah suaminya membayangkan itu aku makin terangsang jas hitam yang dipakai Bu Ani kulepas dari tubuhnya namun saat hendak kulepas kaos krem yang dikenakan dibalik jaket wanita Mesum Dengan Istri Atasanku itu mencegah takut nanti ada yang ke sini nak Budi ujarnya. Meski aku telah membujuknya bahwa tak mungkin ada pelayan yang datang kecuali tombol bel yang ada ditekan untuk memanggil Bu Ani tetap menolak menurutnya ia tetap merasa was was karena berada di ruang terbuka kalau celana dalam ibu saja yang dibuka nggak apa apa katanya. Agak kecewa sebenarnya karena aku ingin melihat tubuh istri atasanku dalam keadaa bugil tetapi membuka celana berarti memberiku kesempatan melihat memeknya bagian yang paling ingin kulihat pada tubuh Bu Ani karena saat di kamar pas supermarket bagian membusung di selangkangannya itu masih tertutup celana dalam. Tanpa membuang kesempatan segera kubaringkan Bu Ani di lantai saung yang beralaskan tikar itu kubuka kancing celana hitam yang dipakai dan kutarik risletingnya kini kembali kulihat gundukan memeknya yang masih dibungkus celana dalam krem Aku menyempatkan Membelai Memek Istri Atasanku itu dari luar celana dalamnya sebelum menarik dan memelorotkan celana panjangnya benar benar tebal besar dan masih cukup liat. Aku makin terpana setelah memelorotkan celana dalamnya dan membuat tubuh bagian bawah Bu Ani benar benar bugil memeknya benar benar nyempluk membusung dan tanpa rambut kalau dibiarkan tumbuh mungkin jembut di memek Bu Indah masih kalah lebat namun Bu Ani rupanya lebih senang mencukurnya hingga nampak gundul dan polos. Memek Tembem Istri Atasanku itu terasa hangat saat aku menyentuh dan membelainya tetapi sekaligus terasa kasar karena bulu bulu jembutnya mulai tumbuh aku yang menjadi makin terangsang dan tak sabar untuk melihat itilnya segera membuka posisi kaki Bu Ani yang masih merapat. Busyett lubang memeknya ternyata sudah lebar menganga diantara bibir kemaluannya yang tebal dan berkerut kerut bibir kemaluannya coklat kehitaman tetapi itilnya yang mencuat menonjol di bagian atas celah memeknya nampak kemerahan aku tak lagi bisa menahan diri langsung kukecup memeknya dengan mulutku Memek Bu Ani ternyata sangat terawat dan tidak berbau dia mendesah dan makin melebarkan kangkangan pahanya saat lidahku mulai menyapu seputar bibir luar vaginanya. Lidahku terus menjelajah melata dan merayap seolah hendak melumasi seluruh permukaan tepian labia mayoranya bahkan dengan gemas sesekali bibir vaginanya yang telah menggelambir kucerucupi membuat Bu Ani mendesis mengangkat pantat menahan nikmat aakkhhh sshh shhh aahhh ookkhhh ssshhhh rintih wanita itu mengikuti setiap sapuan lidah dan cerucupan mulutku di memeknya. Sambil mendesis dan mendesah kulihat Bu Ani meremasi sendiri susunya dari luar kaos warna krem yang dipakainya rupanya dia sangat menikmati sentuhan awal oral seks yang kuberikan aku yang memang berniat memberi kesan mendalam pada persetubuhan pertama dengan istri atasanku itu segera meningkatkan serangan dengan dua tanganku bibir memeknya kusibak hingga terlihat lubang bagian dalam kemaluannya lubang yang sudah cukup lebar dan terlihat basah. Kecelah lubang nikmat itulah lidahku kujulurkan terasa asin saat ujung lidahku mulai memasuki lorong kenikmatannya dan menyentuh cairan yang keluar membasah Aku tak peduli ujung lidahku terus terulur masuk menjelajah ke kedalaman yang bisa dijangkau bahkan di kedalaman yang makin pekat oleh cairan memeknya lidahku meliar melata dan menyodok nyodok akibatnya Bu Ani tak hanya merintih dan mendesah tapi mulai mengerang. Aahhkkkhhh aaahhh oookkkhhhh enak banget nak Budi oookkh terus Nak aaakkkhhhhh erangnya kian menjadi jadi. Bahkan ketika lidahku menjilat itilnya tubuh istri atasanku itu mengejang dia mengangkat tinggi tinggi pinggulnya seolah menjemput lidahku agar lebih dalam menggesek dan mendesak ke kelentitnya kesempatan itu kugunakan untuk menempatkan kedua tanganku untuk menangkup dan menyangga pantatnya dan sambil terus menjilati itilnya kubenamkan wajahku di permukaan memeknya sambil menekan dan meremas remas pantatnya. Kenikmatan tak tertahan yang dirasakan Bu Ani akibat jilatan jilatan di kelentitnya membuat gairah wanita itu makin memuncak kakinya mengelonjot dan menyepak nyepak sambil erangannya makin menjadi bahkan kepalaku dijambaknya ahh ahhh ooohh aaaauuuhhhhh enak sshhh sshhh aahhh enak banget Ibu nggak tahan nak Budi aaahhh aahhhh sesekali tangannya berusaha menjauhkan kepalaku dari memeknya. Tetapi aku tak peduli jilatan lidahku di itilnya bukannya kuhentikan tetapi makin kutingkatkan bahkan dengan gemas bagian paling peka di kemaluannya itu kucerucupi dan kuhisap hisap akibatnya dia tak mampu bertahan lebih lama pertahanannya jebol kedua pahanya yang kekar menjepit kencang kepalaku dan menekan hebat hingga wajahku benar benar membenam di memeknya. Berbarengan dengan itu ia memekik dan mengerang kencang namun tertahan cairan kental yang terasa hangat juga kurasakan menyemprot mulutku uang masih menghisap itilnya saat itulah aku tahu Bu Ani baru saja mencapai puncak kenikmatannya rupanya upayaku untuk membuatnya orgasme tanpa mencoblos memeknya dengan kontolku berhasil. Setelah beberapa lama nafas Bu Ani yang sempat memburu berangsur pulih seiring dengan mengendurnya jepitan paha wanita itu di kepalaku hanya dia tetap terbaring mungkin tenaganya terkuras setelah puncak kenikmatan yang didapatnya kesempatan itu kugunakan untuk menyeka dan membersihkan mulutku memakai serbet makan yang tersedia bersama sejumlah menu makanan yang belum sempat kami sentuh. Aku baru saja menenggak habis segelas teh manis hangat yang sudah diingin saat Bu Ani menggeliat dan terbangun kulihat dia tersenyum padaku senyum yang sangat manis mungkin sebagai ungkapan terima kasih atas yang baru kuberikan dan sudah lama tidak diperoleh lagi dari suaminya nak Budi sudah lapar kalau lapar makan dulu deh ujarnya. Saya sudah kenyang kok Bu jawabku. Kenyang apa wong baru minum teh saja kok katanya lagi. Bukan kenyang karena makanan tetapi karena menjilati memek ibu yang mantep banget candaku sambil menatapi busungan memeknya. Aduuhhh dasar Ibu bener bener nggak tahan lho nak Budi soalnya sudah lama banget nggak dapat yang seperti tadi ujarnya tersipu. Rupanya dia juga baru sadar bahwa bagian bawah tubuhnya masih telanjang celana dalam warna krem miliknya yang teronggok segera diambil dan Bu Ani berniat untuk memakainya namun aku langsung mencegah kurebut dari tangannya dan kulempar agak jauh darinya. Jangan ditutup dulu dong Bu saya masih belum puas lihat punya ibu kataku sambil mengusap memeknya lagi. Nak Budi tidak pengin makan dulu ya katanya. Nanti saja ah perut saya sih belum lapar tapi kalau yang ini sudah lapar sejak tadi ujarku sambil menurunkan risleting celanaku dan mengeluarkan isinya dari celana dalam yang kupelorotkan. Kontolku keras dan tegak mengacung sempurna urat uratnya terlihat menonjol melingkari sekujur batangnya yang hitam dan berukuran lumayan besar Bu Ani tampak terpana melihatnya punya saya hitam dan jelek ya Bu kataku memancing. Bukan bukan karena itu tapi ukurannya kok gede banget ya nak Budi katanya. Masa tapi ibu suka sama yang gede kan kataku sambil merubah posisi menggeserkan bagian bawah tubuhku mendekat ke istri atasanku aku berharap dia tak hanya menatap senjataku tapi mau mengelusnya atau bahkan mengulumnya sementara tanganku tetap merabai dan mengusap usap memeknya yang tebal. Bu Ani ternyata cepat tanggap dan mengerti apa yang kuinginkan batang zakarku digenggamnya tetapi dia hanya mengelus dan seperti mengamati mungkin dia tengah membandingkan senjata milikku dengan kepunyaan suaminya beda dengan milik bapak ya bu punya saya memang sudah hitam dari sananya kok candaku lagi. Astagaaa bukan begitu punya nak Budi ukurannya nggilani kayaknya marem banget ujarnya tersenyum wajahnya tampak dipenuhi nafsu. Akhirnya Bu Ani benar benar melakukan seperti yang kuharapkan setelah mengecu ngecup topi baja kontolku dia mulai memasukkan ke dalam mulutnya awalnya cuma sebagian yang dikulumnya selanjutnya seluruh batang kontolku seperti hendak ditelannya mulutnya terlihat penuh karena berusaha memasukkan seluruh bagian tonggak daging milikku yang lumayan besar dan panjang. Wanita Istri Atasanku itu ternyata cukup pandai dalam urusan kulum mengulum setelah seluruh bagian batang kontolku masuk ke mulut dia menghisap sambil menarik perlahan kepalanya begitu dia melakukannya berulang ulang Aku mendesah oleh kenikmatan yang diberikan Oookkhhh sshhh oookkkhhhhh enak banget aakkkkhhhh terusss aaakkkkkhhhhhh desisku. Sambil terus melumati batang kontolku tangan Bu Ani juga menggerayang dan memainkan biji biji pelir milikku kalau bukan di rumah makan mungkin aku sudah mengerang dan melolong oleh sensasi dan kenikmatan yang diberikan sebisaku aku berusaha menahan agar tidak sampai rintihanku terdengar orang lain. Untuk melampiaskannya aku mulai ambil bagian dalam permainan pemanasan yang dilakukan Bu Ani aku harus bisa mengimbangi permainan Bu Ani tersebut kedua pahanya kembali kukangkangkan dan wajahku kembali kubenamkan di selangkangannya Bu Ani sebenarnya belum sempat mencuci memeknya setelah lendir kenikmatannya keluar saat orgasme sebelumnya tetapi aku tak peduli memek wanita yang sudah dipanggil Wanita Setengah Baya itu kucerucupi. Bahkan jilatan lidahku tidak hanya menyapu bagian dalam lubang memek dan kelentitnya tetapi juga melata di sepanjang alur liang nikmatnya yang menganga namun juga ke tepian lubang duburnya saat aku menjilat jilat tepian lubang anusnya Bu Ani menggerinjal dan memekik tertahan mungkin kaget karena tak menyangka lidahku bakal menjangkau bagian yang oleh sementara orang dianggap kotor. Tetapi itu hanya sesaat setelah itu dia kembali melumati dan menghisapi batang kontolku sambil mendesah desah nikmat karenanya aku makin fokus dan makin sering kurahkan jilatan lidahku ke lubang duburnya sambil sesekali meremasi bongkahan pantat besarnya. Pertahananku nyaris jebol saat mulut Bu Ani mulai mencerucupi biji pelir kontolku untung Bu Ani mengambil insiatif menyudahi permainan pemanasan itu dia memintaku segera memasukkan rudalku ke liang sanggamanya ahhh sudah dulu ya sudah nggak kuat pengin merasakan batang nak Budi yang gede ini nih kata Bu Ani seraya melepaskan batang kontolu dari genggamannya. Beresss iiya bu saya juga sudah pengin banget merasakan memek ibu kataku. Aku mengambil ancang ancang di antara paha Bu Ani yang mengangkang lebar lubang bagian dalam kemaluannya yang menganga terlihat kemerahan sepertinya lubang nikmat Bu Ani telah menunggu untuk disogok memang sudah lama tidak ditengok karena kemaluan suaminya yang mulai loyo kepala penisku yang membonggol sengaja kuusap usapkan di bibir luar memeknya yang sudah amburadul bentuknya.Bahkan ada sebentuk daging mirip jengger ayam yang menjulur keluar entah apa namanya karena aku baru melihatnya Bu Ani mendesah saat ujung penisku menyentuh bibir kemaluannya meski nafsuku kian membuncah melihat memek tembemnya yang menggairahkan aku berusaha menahan diri bahkan ujung topi baja rudalku hanya kumainkan untuk menggesek dan mendorong gelambir daging mirip jengger ayam di memek Bu Ani.Sedikit menekannya masuk dan menariknya kembali akibatnya Bu Ani merintih dan memintaku untuk segera menuntaskan permainan Ayo nak Budi jangan siksa ibu masukkan kontolmu ssshhh aahh sshh ahhh ayo nak. Blleeessseeekkk akhirnya batang kontolku kutekan dan benar benar masuk ke lubang memeknya karena sudah lumayan longgar dan banyaknya pelicin yang membasah di lubang memeknya batang kontolku tidak mengalami hambatan berarti saat memasuki bagian dalam lubang Memek Bu Ani Terasa Hangat dan sangat becek. Setelah batang zakarku benar benar membenam di kehangatan liang sanggamanya kurebahkan tubuhku untuk menindih tubuh montoknya bibir istri atasanku yang merekah perlahan kukecup dan akhirnya kulumat saat itulah sambil terus mengulum dan melumati bibirnya mulai kuayun pinggulku dan menjadikan batang kontolku keluar masuk di lubang memeknya. Bu Ani juga mulai mengimbanginya tak kalah hot lidahku yang menyapu rongga bagian dalam mulutnya sesekali dihisap hisapnya bahkan dia mulai menggoyang goyangkan pinggulnya Aku baru mulai merasakan kelebihan yang dimiliki Bu Ani bukan cuma tubuhnya yang matang akibat usia senja namun masih menggairahkan tetapi kerja otot bagian dalam memeknya juga lebih terasa berdenyut dan seperti memerah batang kontolku Kini giliran aku yang dibuatnya mengerang.Nampaknya istri atasanku telah benar benar matang dalam hal urusan ranjang untuk melampiaskannya kuremas gemas teteknya yang besar dari luar kaos yang dipakainya bahkan karena kurang puas kaosnya kusingkap dan sepasang payudaranya kurogoh dan kutarik keluar dari kutangnya pentil pentil teteknya yang berwarna coklat kehitaman kupelintir dan kumain mainkan dengan jariku. Blep blep blep begitu suara yang kudengar setiap kali ayunan pinggulku menyentuh selangkangan Bu Ani disamping bunyi kecipak karena lendir yang kian membanjir di liang sanggamanya sszzshhh ssshh aahh aahh terus nak aahh enak banget kontolmu enak bangat Nak Budi katanya. Memek ibu juga enak empotannya mantep banget dahhh kataku juga. Bu Ani tersenyum wajahnya kian memerah kembali kulumat bibirnya sambil tak lepas tanganku menggerayangi buah dadanya saat itu kurasakan tangan Bu Ani mencengkeram pantatku dan mulai menekan nekannya dan kursakan tempo goyangan pinggulnya makin cepat rupanya dia mulai mendekat ke puncak gairahnya. Aku yang juga mulai kehilangan daya tahan segera mengimbanginya berkali kontolku kutikamkan ke lubang memeknya dengan tekanan yang lebih kencang dan lebih bertenaga Bu Ani memekik dan mengerang Aaauuww aaakhhh aakkkhhh enak banget aaakhhh terus sayang aaaakhhh ya aaakhhh memek ibu enak bangat disogok begini aaaaakkkkhhhh shhhh sshhh aaahhhhh rintihan dan suara Bu Ani makin tak terkontrol. Aku jadi makin terpacu bukan cuma mulutnya yang kucium tapi ujung hidungnya yang bangir dan dahinya juga kucerucupi dengan mulutku bahkan lidahku menjelajah ke lehernya dan terus melata lubang telinga Bu Ani juga tak luput dari jilatan lidahku setelah menyibak rambutnya. Tubuh Bu Ani kian mengejang kedua kakinya yang kekar dan panjang membelit pinggangku dan menekannya Kedua tangannya memeluk erat tubuhku rupanya dia hampir sampai di garis batas kenikmatannya aku yang juga sudah mendekati puncak gairah makin meningkatkan tikaman tikaman bertenaga pada lubang sanggamanya. Akhirnya gairah Bu Ani benar benar tertuntaskan cairan yang menyembur di lubang memeknya dan cengkereman kuku kukunya di punggungku menjadi pertanda kalau dia sudah mendapatkan orgasmenya tetapi aku terus mengayun kocokan batang kontolku di lubang memeknya yang makin banjir tak kuhentikan bahkan makin kutingkatkan karena kenikmatan yang kian tak tertahan. Puncaknya Bu Ani kembali mencengkeram pantatku kali ini dengan sekuat tenaga dia pun berusaha menahan agar pinggulku tidak dapat bergerak dan kontolku tetap membenam di lubang memeknya saat itulah otot otot bagian dalam vaginanya terasa mencengkeram bagitu hebat dan bergelombang serasa memerah dengan kuatnya aku merintih dan melolong panjang Pertahanku menjadi jebol dan maniku menyemprot sangat banyak gua kenikmatan istri atasanku bersama peluh membanjir tubuhku ambruk di atas tubuh montok Bu Ani dengan nafas memburu. Nanti ikan bakar dan kepiting saos tomatnya minta dibungkus saja nak Budi sayangkan kalau tidak dimakan tapi jangan lupa piring piringnya dibuat kotor dengan masi dan lauk yang lain hingga sepertinya kita sudah benar benar makan kata Bu Ani setelah merapikan kembali baju yang dipakainya. Kami meninggalkan rumah makan saung di pinggir pantai setelah membayar di kasir dan meninggalkan lembaran dua puluh ribu rupiah sebagai tip kepada petugas yang membereskan serta membungkuskan makanan yang memang tidak kami makan dari spion wajah Bu Ani kulihat sangat cerah pasti karena kenikmatan yang baru direguknya serta nafsunya yang lama tertahan telah tersalurkan. Apa lihat lihat wanita sudah tua kok masih diajak ngentot kata Bu Ani yang memergoki ulah mencuri curi pandang ke arahnya lewat spion tetapi perkataannya itu bukan karena marah. Usia boleh saja sudah kepala empat tetapi wajah ibu masih cantik dan tubuh ibu masih sangat merangsang mau deh tiap malam dikelonin ibu ujarku menggoda. Bener tuh ya katanya juga. Sungguh Bu saya bisa ketagihan deh oleh empotan memek ibu yang dahsyat tadi. Ibu juga suka sama batang Nak Budi besar dan panjang kalau mau kapan kapan kita bisa mengulang kalau ada kesempatan nanti saya SMS ujar Bu Anilagi. Aku sangat senang karena sudah mendapat peluang untuk terus bisa menyetubuhinya tangan Bu Ani kuraih dan kugenggam bahkan sempat meremas susunya sambil mengendalikan kemudi hanya Bu Ani mengingatkan bahwa ulahku bisa menyebabkan kecelakaan hingga aku kembali berkosentrasi pada setir mobil yang kukendarai aaacch memek wanita tua ternyata masih sangat nikmat. Sampai di rumah Pak Hendra sudah tidur di kamarnya sedang Bu Indah terlihat berbincang dengan Ibu Rini pembantu di rumah itu setelah berbincang sebentar aku dan Bu Indah pamit pulang hanya sebelumnya Bu Ani memberikan bungkusan lauk yang belum sempat kami makan sewaktu di rumah makan buat oleh olah anak di rumah Bu kata. Di jalan saat membonceng sepeda motor dan kutanya tentang ulah Pak Hendra Bu Indah cerita bahwa atasanku itu benar benar genit selama dipijat kata Bu Indah dia terus merayu dan berusaha menggerayangi tapi tidak saya ladeni lho Pak Budi ujar Bu Indah meyakinkanku. Pasti Pak Hendra maksa untuk bisa megang memek ibu kan soalnya dia kemarin bilang pengin banget lihat punya ibu. Iya sih tapi hanya pegang dan karena terus maksa akhirnya ibu kocok ungkap Bu Indah jujur. Aku tertawa dalam hati sementara suaminya hanya bisa meraba memek wanita lain dan dipuaskan dengan dikocok istrinya malah sampai orgasme dua kali disogok penis laki laki lain bahkan istrinya berjanji untuk mengontak agar bisa mengulang kenikmatan yang telah kami lakukan. Sampai di rumah anak anak Bu Indah sudah tidur Dan mungkin karena terangsang gara gara memeknya digerayangi Pak Hendra Bu Indah memaksaku untuk singgah di rumahnya untuk menolak rasanya kurang enak karena biasanya aku yang sering memintanya untuk melayaniku. Rupanya nafsu Bu Indah sudah benar benar tinggi di kamarnya saat dia mulai mengulum batang kontolku dan tanganku menggerayang ke selangkangannya memeknya sudah basah bahkan saat tangaku mulai mencolok colok lubang nikmatnya Bu Indah klabakan memintaku untuk segera menuntaskan hasratnya. Tetapi aku berusaha bertahan punya saya belum terlalu keras Bu Indah kurang enak kalau ibu menjilatnya di sini pesti cepat kerasnya kataku sambil mengangkat dan memperlihatkan lubang anusku kataku. Sebenarnya kontolku kurang keras karena sebelumnya telah dipakai melayani Bu Ani di rumah makan namun keinginan untuk dijilati di bagian anus mendapat tanggapan serius Bu Indah dia langsung berjongkok di tepi ranjang dan berada selangkanganku dan tanpa ragu atau merasa jijik langsung menjulurkan lidahnya untuk menyapu biji pelirku dan diteruskan dengan menjilat jilat lubang duburku rasanya geli geli nikmat dan membuat tubuhku merinding. Akibatnya aku dibuat kelojotan dibuai kenikmatan yang diberikan Bu Indah terlebih ketika dia mulai mencucuk cucukkan lidahnya ke lubang duburku aaakkhhhhh aakkhh enak banget oookkh enak banget saya suka suka banget ngewe sama ibu Oookkkh nikmat. Dirangsang sebegitu rupa kontolku makin mengeras tetapi Bu Indah terus saja menjilati dan mencerucupi anusku dia melakukannya sambil meremasi dan mengocok ngocok kontolku yang makin terpacak takut keburu muncar sebelum dipakai menyogok lubang memeknya aku meminta Bu Indah menghentikan aksinya. Tubuh montoknya langsung kutarik dan kutelentangkan di ranjang dalam posisi mengangkang aku langsung menungganginya Bleesss kontolku langsung membelesak di lubang nikmatnya yang basah dia agak tersentak mungkin karena aku menggenjotnya secara tiba tiba namun dia tidak mengeluh dan malah mendesah nikmat. Ah sshh aahh enak banget marem banget kontolnya Pak Budi. Dan lenguhannya makin menjadi ketika aku mulai memompanya aku mencolok colok dan memaju mundurkan pinggangku dengan tempo cepat tubuh Bu Indah terguncang guncang dan susunya yang besar bergoyang goyang gemes dan merangsang banget melihatnya aku jadi tergerak untuk meraba dan meremas remasnya sambil menikmati kehangatan lubang nikmatnya. Aku sudah beberapa kali menyetubuhi Bu Indah Tetapi sepertinya tidak pernah bosan memek Bu Indah meskipun sudah lumayan longgar tapi tetapi terasa kesat dan liat terlebih bila ia sudah memain mainkan otot otot bagian dalam lubang vaginanya erangan dan desahannya juga selalu mengipasi nafsuku. Cukup lama kami saling memacu sampai akhirnya Bu Indah mengisyaratkan bahwa dia hampir memperoleh orgasmenya maka kocokan dan sogokan kontolku di lubang kemaluannya kian kutingkatkan berdenyut denyut batang kontolku dibuatnya saat Bu Indah mulai mengimbangi dengan empotannya akhirnya Bu Indah memperoleh apa yang didambanya dan aku pun sama spermaku menyemprot dan membasahi liang vaginanya bersamaan dengan itu tubuhku pun lunglai disisinya.Itulah sekilas perjalanan asmara terlarangku bersama Bu Ani Istri Atasanku.
Share this article :

Blog SEO Ini Di Kunjungi Sebanyak:

Label

Entri Populer

 
Support : Google | Alexa Rank | Yahoo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 18 September 2011. Cerita Sex Indonesia|Kisah Mesum|Cerita Dewasa - All Rights Reserved
Template Editing By Metal Published by Cerita Sex Indonesia