Home » » NGENTOT DENGAN MBA RINI PEMBANTU TANTEKU

NGENTOT DENGAN MBA RINI PEMBANTU TANTEKU

Written By Amang Berangas on Sabtu, 02 November 2013 | 9:36:00 PM

Foto memek Pembantu
Ngentot Dengan Mba Rini Pembantu Tanteku ini satu pengalaman sex yang aku rasa cukup berkesan bahkan kalau aku ingat tentang Pembantu Bohai aku jadi senyum sendiri soalnya biar pun pembantu tapi memeknya rasa memek majikan..haaa. Setelah saling tanya menanya kabar aku pun diantarkan kekamar oleh pembantu tanteku sebut saja Mba Rini orangnya mirip Penyanyi Dangdut Saskia Gotik tubuhnya yang indah tak kalah dengan tanteku.Mba Rini ini orangnya sangat polos dan usianya hampir sama dengan tanteku yang membuatku tak berkedip saat mengikutinya dari belakang adalah bongkahan pantatnya yang nampak sangat seksi bergerak kiri kanan kiri kanan kiri kanan saat dia berjalan seeakan menantangku untuk meremasnya. Setelah sampai dikamar aku tertegun sejenak mengamati apa yang kulihat kamar yang luas dengan interior yang berkelas didalamnya sedang asyik asyik nya melamun aku dikagetkan oleh suara Mba Rini. "Den...ini kamarnya.." "Oohhh..iiiya Mba Rini..terima kasih ya"jawabku setengah tergagap dan Aku segera menghempaskan ranselku begitu saja di tempat tidur. "Den..nanti kalau ada perlu apa apa panggil Mba aja ya..."ucapnya sambil berlalu. "Eeeiitt tunggu dulu Mba Rini bisa mijit kan badanku pegel nih.."Kataku setengah memelas. "Kalau sekedar mijit sih bisa den tapi Mba Rini ambil balsem dulu ya den.." katanya. "Cepetan ya Mba Rini jangan lama lama looohh.."kataku kembali wuihh kesempatan nih aku bisa merasakan tangan lembut Mba Rini memijit badanku ucapku dalam hati lalu tak lama kemudian Mba Rini datang dengan balsem ditangannya. "Dennn..coba Aden tiduran gih.."suruh Mba Rini. "Bereesss Mba Rini.."lalu aku telungkup dikasur yang empuk itu sambil mencopot bajuku Mba Rini pun mulai memijit sangat terasa olehku tangan lembut Mba Rini Pembantu Tanteku memijit mijit. "Eeehhh Mba tangan Mba Rini kok lembut sih.."kataku memecah keheningan. Mba Rini diam saja sambil meneruskan pijatannya aku hanya bisa diam sambil menikmati pijitan tangan Mba Rini otak kotorku mulai berangan angan yang tidak tidak. Seandainya tangan lembut ini mengocok ngocok penisku pasti enak sekali kataku dalam hati diikuti oleh mulai bangunnya Adik kecilku Aku pun mencoba memecah keheningan didalam kamar yang luas itu. "Mbaa dari tadi aku nggak melihat Om Iskandar dan Dik Martin sih.."kataku. "Lhooo apa aden belum dibilangin Nyonya Pak Iskandar kan sekarang pindah kekota Martapura sedang den Martin ikut neneknya di kota Kandangan.."tuturnya. "Oooohh jadi tante sendirian dong Mba.."tanyaku. "Iiiya den kadang Mba Rini juga kasihan melihat nyonya nggak ada yang nemenin.."kata Mba Rini sambil pijatannya diturunkan ke paha kiriku lalu spontan aku menggelinjang keenakan. "Ada apa den koq merem melek.."tanyanya polos. "Annnu Mba itu yang pegel.."jawabku sekenanya. "Mmmm Mba udah punya suami ya.."kataku lagi. "Annuuu den suami Mba sudah meninggal lima bulan yang lalu.."jawabnya seolah berlagak prihatin aku pun berkata: "Maaf nih..Mba Rini aku tidak tahu trus anak Mba bagaimana..?"kataku lagi. "Mba Rini titipkan pada adik Mba.."katanya sambil pijitannya beralih kepaha kananku. "Mmmm...Mba Rini nggak pingin menikah lagi ya..?"tanyaku lagi. "Buat apa den orang Mba udah tua kok lagian mana ada yang mau den...heee.."ucapnya. "Lhooohh itu kan kata Mba menurutku Mba Rini masih keliatan cantik kok pujiku.."sambil mengamati wajahnya yang bersemu merah. "Ahhh den Berangas ini bisa saja.."katanya sambil tersipu malu. "Wuihh bener loh..Mba Rini masih cantik udah gitu seksi lagi pasti Mba Rini rajin merawat tubuh ya.."Godaku lagi. "Udaaah ahhh..den ini bikin Mba Rini malu aja dari tadi dipuji terus.."katanya lalu aku bangkit dan duduk berhadapan dengan dia. "Mba Rini siapa sih yang nggak mau sama Mba Rini..sudah cantik seksi lagi tuh lihat tubuh Mba Rini indahkan..apalagi ini masih indah loh.."kataku sambil memberanikan menunjuk kearah gundukan yang mangkel didadanya itu.Secara reflek dia langsung menutupinya dan menundukkan wajahnya. "Den Berangas ini bisa saja orang ini sudah kendur kok dibilang masih bagus.."katanya polos seperti mendapat angin aku mulai memancingnya lagi. "Mba Rini ini aneh orang payudaranya masih kenyal kok bilangnya kendur tuh lihat aja sendiri.."kataku sambil menyingkapkan kedua tangannya yang menutupi payudaranya. "Jaaangan ahhh den Mba Rini malu..."katanya. "Mbaaaa..kalau nggak percaya tuh ada cermin coba Cerita Dewasa Mba Rini buka baju Mba dan ngaca.."lalu aku mulai membantu membuka baju kebaya yang dikenakannya sepertinya dia pasrah saja.Setelah baju kebayanya lepas dan dia hanya memakai Bh yang nampak sangat kecil seakan payudaranya hendak mencuat keluar Aku pun mulai menuntunnya kedepan cermin besar yang ada di ujung ruangan. "Jaaangan den Mba Rini malu nanti nyonya tahu bagaimana.."tanyanya polos. "Tenang aja Mba Riniii tante nggak bakal tahu kok.."Aku yang ada dibelakangnya mulai mencopot tali BH nya dan tampak olehku didepan cermin sepasang bukit kembar yang sangat sekal dan padat berisi melihat itu kontolku langsung mengacung keras sekali. Aku pun tak menyia nyiakan kesempatan emas ini Aku langsung meremasnya dari belakang sambil ciumanku kudaratkan kelehernya yang jenjang tersebut Mba Rini yang telah setengah telanjang itu hanya bisa mendesah dan matanya merem melek. "Ooccchhh den jangan den ucchh...den Mba Rini diapain den..."katanya setengah mendesah. Aku tak menggubris pertanyaannya malahan aku meningkatkan seranganku kini dia kubopong keranjang sambil menciumi putingnya yang merah mencuat itu dia pun kelihatan mulai menikmati permainanku dan Mba Rini telah kurebahkan diranjang lalu aku mulai lagi menciumi putingnya sambil menarik narik yang dipakainya. "Uccchh den..szzhh..Mba Rini enak den ucchhh szzhh teruus den.."katnya meracau ga karuan. Aku pun mulai membuka seluruh pakaianku dan ciumanku terus turun keperutnya dan dengan ganasnya kupelorotkan celana dalamnya Cerita Sex yang dipakainya aku terdiam sesaat seraya mengamati gundukan yang ada dibawah perutnya itu. "Denn punya aden besar sekali.."katanya sambil meremas penisku lalu kusodorkan penisku kemulutnya. "Mbaa jilatin ya punya Berangas.."Bibir mungil Mba Rini mulai menjilati penisku uuhh sungguh nikmat sekali rasanya. "Mmhh occhh Mbaa terus kulum penisku Mba.."tak lama kemudian Mba Rini mulai menyedot nyedot penisku dan rasanya ada yang akan keluar diujung kontolku. "Mbaa teruuss Mbaaa aku mmaauu keeluuar oohhhhh..."jeritku panjang dan tiba tiba serr maniku muncrat dalam mulut Mba Rini dan langsung menelannya. Aku pun mulai pindah posisi kini aku mulai Menjilati Memek Mba Rini tampak didepan mataku memek Mba Rini yang bersih dengan seikit rambut.Rupanya Mba Rini sudah tidak sabar dia menekan kepalaku agar mulai menjilati memeknya dan sluurpp memek Mba Rini kujilati sampai kutenukan sesuatu yang mencuat kecil lalu kuhisap dan gigit kecil gerakan tubuh Mba Rini mulai tak karuan tanganku pun tidak tinggal diam ku pilin pilin putingnya dengan tangan kiriku sedangkan tangan kananku ku gunakan menusuk memeknya sambil lidahku kumasukkan sedalam dalamnya. "Occhh den teruuss den jilat teruss memek Mba Rini den mmhh.."katanya sambil menggeliat seperti cacing kepanasan. "Ouhh dennn Mbaa mau keluarr den ohh ahh den Mba Rini keeluuaarr akhh..."Mba Rini menggelinjang hebat dan serr cairan kewanitaannya kutelan tanpa sisa.Tampak Mba Rini masih menikmati sisa sisa orgasmenya.Lalu aku mencium bibirnya lidahku kumasukkan kedalam mulutnya ia pun sangat agresif lalu membalas ciumanku dengan hot. Aku pun mulai menciumi telinganya dan dadanya yang besar menempel ketat didadaku aku yang sudah sangat horny langsung berkata: "Mbaaa aku masukkan sekarang ya.."dia hanya bisa mengangguk pelan. aku pun mengambil posisi kukangkangkan pahanya lebar lebar kutusukkan penisku kememek nya yang sudah sangat becek Bless separuh penisku amblas kedalam memeknya terasa olehku memeknya menyedo nyedot kepala penisku kusodokkan kembali penisku bles peniskupun amblas kedalam memeknya aku pun mulai memaju mundurkan pantatku memeknya terasa sangat sempit. "Dennnn oucchh..teruuss denn..mmhh..sszzhh.."desahan erotis itu keluar dari mulut Mba Rini aku pun tambah horny dan kupercepat sodokkanku dimemeknya. "Ooohhh Mbaa memek kamu sempit banget occhh enak Mbaa goyang teruuss Mba ouhh..."kataku. "Dennn cepatt dennn goyang yang cepat Mba Rini mauu keluar nih denn.."katanya. aku mulai mengocok penisku dengan kecepatan penuh tampak Mba Rini menggelinjang hebat. "Dennnn Mba mau keluuaarr ouhh ssszzzzzzhhshshshh...........Tahan Mba Rini aku juga mau keluuarr.."kataku juga. Lalu beberapa detik kemudian terasa penisku diguyur cairan yang sangat deras serr kontolku pun berdenyut hebat dan serr terasa sangat nikmat sekali rasanya tulang tulang kucopot semua aku pun rubuh diatas Wanita Setengah Baya yang tengah menikmati orgasmenya. "Mba Rini terima kasih yaaa..memek Bibi enak banget dech.."kataku sambil mencupang buah dadanya. "Den kapan kapan Mba Rini dikasih lagi yaa...."katanya sambil memelukku. Akhirnya kami tertidur dengan Kontolku Menancap Dimemek Mba Rini tanpa aku sadari permainan kutadi dilihat semua oleh tanteku sambil dia mempermainkan memeknya dengan jarinya..Okee lain kali aku sambung lagi ya Cerita Sex nya dengan yang lebih Hot lagi dan tentunya lebih dasyat dari
Share this article :

Blog SEO Ini Di Kunjungi Sebanyak:

Label

Entri Populer

 
Support : Google | Alexa Rank | Yahoo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 18 September 2011. Cerita Sex Indonesia|Kisah Mesum|Cerita Dewasa - All Rights Reserved
Template Editing By Metal Published by Cerita Sex Indonesia