Home » » Hariku Bersama Mba Prelo

Hariku Bersama Mba Prelo

Written By Icah Yoltan on Jumat, 26 Mei 2017 | 12:57:00 AM

hariku bersama prelo
Hariku Bersama Prelo.
Hariku Bersama Mba Prelo-Senjataku yang sudah kaku perlahan dikocoknya aku merasakan nikmat atas perlakuannya sementara tangannya asyik mengocok batang senjataku tangan satunya membuka kancing bajuku mulutnya yang basah menciumi dadaku dan menjilati putingku sesekali Mba Prelo menghisap putingku.Aliran darahku semakin panas gairahku makin terbakar.

Aku merasakan spermaku sudah mengumpul di ujung sementara kepala senjataku semakin basah oleh pelumas yang keluar Mba Prelo aku sudah nggak tahan Tahan sebentar Bella melepaskan jilatan lidahnya di dadaku dan langsung memasukkan senjataku ke dalam mulutnya aku merasakan kuluman mulutnya yang hangat dan sempit.Kulihat mulutnya yang mungil sampai sesak oleh kemaluanku Mba Prelo semakin kuat mengocok batang senjataku ke dalam mulutnya.

Akhirnya kakiku sedikit mengejang untuk melepaskan spermaku.Awas Mba Prelo aku mau keluar kutarik rambutnya agar menjauh dari batang senjataku tapi Mba Prelo malah memasukkan senjataku ke dalam mulutnya lebih dalam aku tak tahan lagi kulepaskan tembakanku 7 kali denyutan cukup memenuhi mulutnya yang mungil dengan spermaku Mba Prelo dengan lahap langsung menelannya dan membersihkan cairan yang tertinggal di kepala senjataku dengan lidahnya.Aku menarik nafas panjang mengatur degup jantungku yang tadi sangat cepat Setelah lampu menyala kembali pertanda pertunjukan telah usai kami sudah rapi kembali.Kulihat jam di pergelangan tanganku menunjukan pukul 11.25 malam aku langsung mengantarnya pulang dalam perjalanan kami tak banyak bicara kami saling memikirkan kejadian yang baru saja kami alami bersama Sampai di rumahnya yang mewah di bilangan Pasar Kontes Seo Hariku Bersama Prelo aku langsung ditariknya menuju kamar pribadinya yang sangat luas Gal saya belum puas kita teruskan permainan yang tadi.Tangannya langsung membuka kancing bajuku dan mulai membangkitkan gairahku sementara pikiranku semakin bingung kenapa Mba Prelo yang tadinya kalem bisa berubah ganas begini.Tapi pikiranku kalah dengan gairah yang mulai berkobar di dadaku terlebih saat tangannya dengan lihai mengusap dadaku.Bagai musafir seluruh tubuhku dicium dan dijilatinya dengan penuh nafsu.

Aku pun tak mau kalah sigap di ranjangnya yang empuk kami bergulat saling memilin melumat dan saling menghisap.Saat pakaian kami mulai tertanggal dari tempatnya kami saling melihat aku melihat kesempurnaan tubuhnya apalagi di daerah selangkangannya yang putih bersih sangat kontras dengan bulu kemaluannya yang sangat hitam dan lebat,Dan Mba Prelo memandangi senjataku yang mengacung menunjuk langit-langit kamar hanya sebentar kami berpandangan aku langsung meraih tubuhnya dan memapahnya ke ranjang.Kuletakkan hati hati tubuhnya yang gempal dan lembut aku mulai menciumi seluruh tubuhnya lidahku menari-nari dari leher sampai ke jari-jari kakinya.Kuhisap puting buah dadanya yang kemerahan kujilat dan sesekali kugigit mesra sementara tanganku yang lain meremas-remas pinggul dan pantatnya yang sangat kenyal.Pergulatan kami semakin seru kini posisi kami berbalikan seperti angka 69 kami saling menghisap puting dada.Saat aku memainkan puting dadanya yang sudah mencuat lidahnya menjilati putingku.Aku turun menjilati perutnya kurasakan juga perutku dijilati dan akhirnya lidah kami saling menghisap kemaluan.

Aku merasakan hangat di kepala senjataku saat lidahku menari-nari menelusuri celah kemaluannya lidahku semakin dalam masuk ke dalam celah kewanitaannya yang telah basah kuhisap klitorisnya kuat-kuat kurasakan tubuhnya bergetar hebat.Lima belas menit sudah kami saling menghisap nafsuku yang sudah di ubun-ubun menuntut penyelesaian.Segera aku membalikkan tubuhku kini kami kembali saling melumat bibir sementara senjataku yang sudah basah oleh liurnya kuarahkan ke celah pahanya sekuat tenaga aku mendorongnya namun sulit sekali.Tubuh kami sudah bersimbah peluh.
Akhirnya tak sabar tangan Mba Prelo memandu senjataku setelah sampai di pintu kemaluannya kutekan kuat Mba Prelo membuka pahanya lebar-lebar dan senjataku melesak ke dalam kemaluannya.Kepala senjataku sudah berada di dalam celahnya hangat dan menggigit kutahan pantatku aku menikmati remasan kemaluannya di batanganku.Perlahan kutekan pantatku senjataku amblas sedalam-dalamnya gigi Mba Prelo yang runcing tertancap di lenganku saat aku mulai menaikturunkan pantatku dengan gerakan teratur.

Remasan dan gigitan liang kewanitaannya di seluruh batang senjataku terasa sangat nikmat.Kubalikan tubuhnya kini tubuh Mba Prelo menghadap ke samping senjataku menghujam semakin dalam kuangkat sebelah kakinya ke pundakku.Batang kontolku amblas sampai mentok di mulut rahimnya puas dari samping tanpa mencabut senjataku kuangkat tubuhnya dengan gerakan elastis kini aku menghajarnya dari belakang.Tanganku meremas bongkahan pantatnya dengan kuat sementara senjataku keluar masuk semakin cepat.Erangan dan rintihan yang tak jelas terdengar lirih membuat semangatku semakin bertambah ketika kurasakan ada yang mau keluar dari kemaluanku segera kucabut senjataku.Pllop terdengar suara saat senjataku kucabut mungkin karena ketatnya lubang kemaluan Mba Prelo mencengkram senjataku.
Hariku Bersama Prelo.
Achh kenapa sedikit lagi protes Mba Prelo dia langsung mendorong tubuhku kini aku telentang di bawah dengan sigap Mba Prelo meraih senjataku dan memasukkannya ke dalam lubang sorganya sambil berjongkok.Kini Mba Prelo dengan buasnya menaikturunkan pantatnya sementara aku di bawah sudah tak sanggup rasanya menahan nikmat yang kuterima dari gerakan Mba Prelo apalagi saat pinggulnya sambil naik-turun digoyangkan juga diputar-putar aku bertahan sekuat mungkin.Satu jam sudah berlalu kulihat Mba Prelo semakin cepat bergerak cepat hingga akhirnya aku merasakan semburan hangat di senjataku saat tubuhnya bergetar dan mulutnya meracau panjang.

Oh aku puas sangat puas tubuhnya tengkurap di atas tubuhku namun senjataku yang sudah berdenyut denyut belum tercabut dari kemaluannya kurasakan buah dadanya yang montok menekan tubuhku seirama dengan tarikan nafasnya.Setelah beberapa saat aku sudah merasakan air maniku tidak jadi keluar segera kubalikkan tubuhnya kembali.Kini dengan gaya konvensional aku mencoba meraih puncak kenikmatan kemaluannya yang agak basah tidak mengurangi kenikmatan.Aku terus menggerakkan tubuhku perlahan gairahnya kembali bangkit terlebih saat batang senjataku mengorek-ngorek lubang kemaluannya kadang sedikit kuangkat pantatku agar kelentitnya tersentuh.Kini pinggul Prelo yang seksi mulai bergoyang seirama dengan gerakan pantatku.Jari jarinya yang lentik mengusap dadaku putingku dipilin-pilinnya hingga sensasi yang kurasakan tambah gila.Setengah jam sudah aku bertahan dengan gaya konvensional.

Perlahan aku mulai merasakan cairanku sudah kembali ke ujung kepala senjataku.Saat gerakanku sudah tak beraturan lagi berbarengan dengan hisapan Mba Prelo pada putingku dan pitingan kakinya di pinggangku kusemprotkan air maniku ke dalam kemaluannya kami berbarengan orgasme.Sejak kejadian itu kami sering melakukannya aku baru tahu bahwa gairahnya sangat tinggi selama ini dia bersikap alim karena tidak mau sembarangan main dengan cowok.Dia mau denganku karena aku sabar baik dan tidak mengejar kekayaannya.Apalagi begitu dia tahu bahwa kontolku dua kali lipat mantan suaminya tambah lengket saja memang yang kukejar hanyalah kenikmatan dunia yang didasari cinta..Demikianlah Hariku Bersama Mba Prelo.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Blog SEO Ini Di Kunjungi Sebanyak:

Label

Entri Populer

 
Support : Google | Alexa Rank | Yahoo
Proudly powered by Blogger
Copyright © 18 September 2011. Cerita Sex Indonesia|Kisah Mesum|Cerita Dewasa - All Rights Reserved
Template Editing By Metal Published by Cerita Sex Indonesia