~New Article~:
Home » » CERITA SEX DENGAN TANTE ANI

CERITA SEX DENGAN TANTE ANI

Written By Amang Berangas on 21 Juli 2013 | 12.18

Cerita Sex Dengan Tante Ani
CERITA SEX DENGAN TANTE ANI itulah yang akan aku paparkan kali ini. Sebenarnya Cerita Sex ini terjadi sudah sangat lama namun tersa masih terbayang bahwa kejadian tersebut kemaren terjadinya. Bagi yang ini mendengar Kisah Sex aku mari kita ikuti perjalan cinta terlarangku yang bergelut dengan Tante- Tante. Sialan telkom ini barang rongsokan di pasang di sini gerutuku karena telpon koin yang kumasukkan keluar terus dan keluar terus setelah uring uringan sebentar akhirnya kuputuskan untuk ke rumah Agus.Keputusan ini sebenarnya agak konyol karena itu berarti aku berbalik arah dan menjauh dari Duta Mall Banjarmasin tujuan kami belum lagi kemungkinan bersimpang jalan dengan Agus.Tapi kegelisahanku mengalahkan pertimbangan itu.Akhirnya setelah titip pesan pada penjual di warung kalau kalau Agus datang aku langsung menyetop angkot dan menuju ke rumah Agus Sesampai di rumah Agus kulihat suasananya sepi.Padahal sore sore begitu biasanya anggota keluarga Agus Papa Mama dan adik-adik Agus serta kadang pembantunya pada ngobrol di teras rumah atau main badminton di gang depan rumah.Setelah celingak celinguk beberapa saat kulihat pembantu di rumah Agus keluar dari pintu samping Bi Bibi kok sepi pada kemana yah tanyaku.Aku terbilang sering main ke rumah Agus begitu juga sebaliknya Agus sering main ke rumah pamanku tempatku tinggal Jadi aku sudah kenal baik dengan semua penghuni rumah Agus termasuk pembantu dan sopir papanya Eh mas Didik pada pergi mas pada ikut ndoro kakung juragan laki laki Yang ada di rumah cuman ndoro putri juragan wanita jawabnya dengan ramah. Oh jadi Agus ikut pergi juga ya Bi Ya sudah kalau begitu lain waktu saja saya ke sini lagi jawabku sambil mau pergi Lho nggak mampir dulu mas Didik Mbok ya minum minum dulu biar capeknya hilang Makasih Bi sudah sore ini jawabku Baru aku mau beranjak pulang pintu depan tiba tiba terbuka Ternyata Tante Ani mama Agus yang membuka pintu. Bibi ini gimana sih ada tamu kok nggak disuruh masuk katanya sambil sedikit mendelik pada si pembantu Udah ndoro sudah saya suruh duduk dulu tapi mas Didik nggak mau jawabnya Eh nak Didik Kenapa di luaran aja Ayo masuk dulu kata Tante Ani lagi Makasih tante Lain waktu aja saya main lagi tante jawabku. Ah kamu ini kayak sama orang lain saja Ayo masuk sebentar lah udah datang jauh jauh kok ya balik lagi Ayo masuk biar dibikin minum sama bibi dulu kata Tante Ani lagi sambil melambai ke arahku Aku tidak bisa lagi menolak takut membuat Tante Ani tersinggung Kemudian aku melangkah masuk dan duduk di teras sementara Tante Ani masih berdiri di depan pintu. Nak Didik duduk di dalem saja Tante lagi kurang enak badan tante nanti nggak bisa nemenin kamu kalau duduk di luar Ya tante jawabku sambil masuk ke rumah dengan perasaan setengah sungkan. Agus ikut Om pergi kemana sih tante tanyaku basa-basi setelah duduk di sofa di ruang tamu Pada ke kota Banjarmasin ke rumah kakek Mendadak sih tadi pagi Soalnya om mu itu kan jarang sekali libur Sekali boleh cuti langsung mau nengok kakek. Ehm tante nggak ikut Besuk pagi rencananya tante nyusul Soalnya hari ini tadi tante nggak bisa ninggalin kantor masih ada yang mesti diselesaiin jawab Tante Ani Emangnya Agus nggak ngasih tahu kamu kalau dia pergi. Nggak tante jawabku sambil sedikit terheran-heran Tidak biasanya Tante Ani menyebutku dengan kamu Biasanya dia menyebutku dengan nak Didik Kok bengong Tanya Tante Ani membuatku kaget Eh anu eh aku tergugup-gugup. Ona-anu ona anu Emang anunya siapa Tante Ani meledek kegugupanku yang membuatku makin jengah Untung Bibi segera datang membawa secangkir teh hangat sehingga rasa jengahku tidak berkepanjangan. Mas Didik silakan tehnya dicicipin keburu dingin nggak enak kata bibi sambil menghidangkan teh di depanku Makasih Bi jawabku pelan. Itu tehnya diminum ya tante mau mandi dulu bau kata Tante Ani sambil tersenyum Setelah itu Tante Ani dan pembantunya masuk ke ruang tengah Sementara aku mulai membaca-baca koran yang ada di meja untuk Hampir setengah jam aku sendirian membaca koran di ruang tamu sampai akhirnya Tante Ani nampak keluar dari ruang tengah.Dia memakai T shirt warna putih dipadu dengan celana ketat di bawah lutut Harus kuakui meskipun umurnya sudah 40 an namun badannya masih bagus Kulitnya putih bersih dan wajahnya meskipun sudah mulai ada kerut di sana-sini tapi masih jelas menampakkan sisa sisa kecantikannya Eh ngapain kamu ngliatin tante kayak gitu Heran ya liat nenek nenek. Mati aku kataku dalam hati Ternyata Tante Ani tahu sedang aku perhatikan Aku hanya bisa menunduk malu mungkin wajahku saat itu sudah seperti udang rebus Heh malah bengong lagi katanya lagi Kali ini aku sempat melihat Tante Ani tersenyum yang membuatku sedikit lega tahu kalau dia tidak marah. Maaf tante nggak sengaja jawabku sekenanya Mana ada nggak sengaja Kalau sebentar itu nggak sengaja lha ini lama gitu ngeliatnya kata Tante Ani lagi Meskipun masih merasa malu namun aku agak tenang karena kata-kata Tante Ani sama sekali tidak menunjukkan sedang marah. Kata Agus kamu mau pertandingan sepakbola di sekolah ya Tanya Tante Ani Eh iya tante Pertandingan antar SMU se-kota Tapi masih dua minggu lagi kok tante sekarang-sekarang ini baru tahap penggojlokan Aku sudah mulai tenang kembali Pelajaran kamu terganggu nggak. Ya sebenarnya lumayan menggangu tante habisnya latihannya belakangan ini berat banget soalnya sekolah sengaja mendatangkan pelatih sepakbola beneran.Tapi sekolah juga ngasih dispensasi kok tante Jadi kalau capeknya nggak ketulungan kami dikasih kesempatan untuk nggak ikut pelajaran Kalau nggak begitu nggak tahu lah tante Soalnya kalau badan udah pegel-pegel ikut pelajaranpun nggak konsen. Kalau pegel pegel kan tinggal dipijit saja kata Tante Ani Masalahnya siapa yang mau mijit tante Tante mau kok jawab Tante Ani tiba tiba. Ah tante ini becanda aja kataku Eh ini beneran Tante mau mijitin kalau memang kamu pegel-pegel Kalau nggak percaya sini tante pijit katanya lagi Enggak ah tante Ya saya nggak berani tante Nggak sopan jawabku sambil menunduk setelah melihat Tante Ani nampak sungguh-sungguh dengan kata katanya. Lho kan tante sendiri yang nawarin jadi nggak ada lagi kata nggak sopan Ayo sini tante pijit katanya sambil memberi isyarat agar aku duduk di sofa di sebelahnya Penyakit gugupku kambuh lagi Aku hanya diam menunduk sambil mempermainkan jari jariku Ya udah kalau kamu sungkan biar tante ke situ katanya sambil berjalan ke arahku.Sebentar kemudian sambil berdiri di samping sofa Tante Ani memijat kedua belah pundakku Aku hanya terdiam tidak tahu persis seperti apa perasaanku saat itu Setelah beberapa menit Tante Ani menghentikan pijitannya.Kemudian dia masuk ke ruang tengah sambil memberi isyarat padaku agar menunggu Aku tidak tahu persis apa yang dilakukan Tante Ani setelah itu Yang aku tahu aku sempat melihat bibi pembantu keluar rumah melalui pintu samping yang tidak lama kemudian disusul Tante Ani yang keluar lagi dari ruang tengah. Bibi tante suruh beli kue Kue di rumah sudah habis katanya seolah menjawab pertanyaan yang tidak sempat kuucapkan Ayo sini tante lanjutin mijitnya Pindah ke sini aja biar lebih enak kali itu aku hanya menurut saja pindah ke sofa panjang seperti yang disuruh Tante Ani.Kemudian aku disuruh duduk menyamping dan Tante Ani duduk di belakangku sambil mulai memijit lagi Gimana enak nggak dipijit tante Tanya Tante Ani sambil tangannya terus memijitku Aku hanya mengangguk pelan Biar lebih enak kaosnya dibuka aja kata Tante Ani kemudian Aku diam saja Bagaimana mungkin aku berani membuka kaosku apalagi perasaanku saat itu sudah tidak karuan Ya sudah Kalau gitu biar tante bantu bukain katanya sambil menaikkan bagian bawah kaosku Seperti kena sihir aku menurut saja dan mengangkat kedua tanganku saat Tante Ani membuka kaosku. Setelah itu Tante Ani kembali memijitku Sekarang tidak lagi hanya pundakku tapi mulai memijit punggung dan kadang pinggangku Perasaanku kembali tidak karuan bukan hanya pijitannya kini tapi sepasang benda empuk sering menyentuh bahkan kadang menekan punggungku Meski seumur umur aku belum pernah menyentuh payudara tapi aku bisa tahu bahwa benda empuk yang menekan punggungku itu adalah sepasang payudara Tante Ani. Beberapa lama aku berada dalam situasi antara merasa nyaman malu dan gugup sekaligus sampai akhirnya aku merasakan ada benda halus menelusup bagian depan celanaku Aku terbelalak begitu mengetahui yang menelusup itu adalah tangan Tante Ani. Tante kataku lirih tanpa aku sendiri tahu maksud kataku itu Tante Ani seperti tidak mempedulikanku dia malah sudah bergeser ke sampingku dan mulai membuka kancing serta retsluiting celanaku Sementara itu aku hanya terdiam tanpa tahu harus berbuat apa Sampai akhirnya aku mulai bisa melihat dan merasakan Tante Ani mengelus penisku dari luar CD ku. Aku merasakan sensasi yang luar biasa Sesuatu yang baru pertama kali itu aku rasakan Belum lagi aku sadar sepenuhnya apa yang terjadi aku mendapati penisku sudah menyembul keluar dan Tante Ani sudah menggenggamnya sambil sesekali membelai belainya Setelah itu aku lebih sering memejamkan mata sambil sekali kali melirik ke arah penisku yang sudah jadi mainan Tante Ani Tak berapa lama kemudian aku merasakan kenikmatan yang jauh lebih mencengangkan Kepala penisku seperti masuk ke satu lubang yang hangat Ketika aku melirik lagi kudapati kepala penisku sudah masuk ke mulut Tante Ani sementara tangannya naik turun mengocok batang penisku Aku hanya bisa terpejam sambil mendesis-desis keenakan Beberapa menit kemudian aku merasakan seluruh tubuhku mulai mengejang. Aku merasakan Tante Ani melepaskan penisku dari mulutnya tapi mempercepat kocokan pada Batang Penisku. Sssshhhh creett creett Sambil mendesis menikmati sensasi rasa yang luar biasa aku merasakan cairan hangat menyemprot sampai ke dadaku cairan air mani ku sendiri Ah dasar anak muda baru segitu aja udah keluar Tante Ani berbisik di dekat telingaku Aku hanya menatap kosong ke wajah Tante Ani yang aku tahu tangannya tidak berhenti mengelus elus penisku Tapi ini juga kelebihan anak muda Udah keluarpun masih kenceng begini bisik Tante Ani lagi. Setelah itu aku lihat Tante Ani melepas T-Shirtnya kemudian berturut turut BH celana dan CD nya Aku terus terbelalak melihat pemandangan seperti itu Dan Tante Ani seperti tidak peduli kemudian meluruskan posisi ku kemudian dia mengangkang duduk di atasku Selanjutnya aku merasakan penisku digenggam lagi kali ini di arahkan ke selangkangan Tante Ani Sleppp Aaaaahhhhh suara penisku menembus Vagina Tante Ani diiringi desahan panjangnya Kemudian Tante Ani bergerak turun naik dengan cepat sambil mendesah-desah Mulutnya terkadang menciumi dada leher dan bibirku. Ada beberapa menit Tante Ani bergerak naik turun sampai akhirnya dia mempercepat gerakannya dan mulai menjerit jerit kecil dengan liarnya Akupun kembali merasakan kenikmatan yang luar biasa Tak lama kemudian. Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh Tante Ani melenguh panjang bersamaan dengan teriakanku yang kembali merasakan puncak yang kedua kali Setelah itu Tante Ani terkulai merebahkan kepalanya di dadaku sambil memeluk pundakku Terima kasih Dik bisiknya lirih diteruskan kecupan ke bibirku. Sejak kejadian itu aku mengalami syok Rasa takut dan bersalah mulai menghantui aku Sulit membayangkan seandainya Agus mengetahui kejadian itu Perubahan besar mulai terjadi pada diriku aku mulai sering menyendiri dan melamun. Namun selain rasa takut dan bersalah ada perasaan lain yang menghinggapi aku Aku sering terbayang bayang Tante Ani dia telanjang bulat di depanku terutama waktu malam hari sehingga aku tiap malam susah tidur Selain seperti ada dorongan keinginan untuk mengulangi lagi apa yang telah Tante Ani lakukan padaku. Perubahan pada diriku ternyata dirasakan juga oleh paman dan bibiku dan juga teman temanku termasuk Agus Tentu saja aku tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya Situasi seperti itu berlangsung sampai seminggu lebih yang membuat kesehatanku mulai drop akibat tiap malam susah tidur dan paginya tetap kupaksakan masuk sekolah Akibat dari itu pula akhirnya aku memilih mundur dari tim sepakbola sekolahku karena kondisiku tidak memungkinkan lagi. untuk mengikuti latihan latihan berat Kira kira seminggu setelah kejadian itu aku berjalan sendirian di trotoar sepulang sekolah Aku menuju halte yang jaraknya sekitar 300 meter dari sekolahku Sebenarnya persis di depan sekolahku juga ada halte untuk bus kota namun aku memilih halte yang lebih sepi agar tidak perlu menunggu bus bareng teman-teman sekolahku. Saat asyik berjalan sambil menunduk aku dikejutkan mobil yang tiba tiba merapat dan berhenti agak di depanku Lebih terkejut lagi saat tahu itu mobil itu mobil papanya Agus Setelah memperhatikan isi dalam mobil jantungku berdesir Tante Ani yang mengendari mobil itu dan sendirian. Dik cepetan masuk ntar keburu ketahuan yang lain panggil Tante Ani sambil membuka pintu depan sebelah kiri Sementara aku hanya berdiri tanpa bereaksi apa apa Cepetan sini kali ini suara Tante Ani lebih keras dan wajahnya menyiratkan kecemasan. I Iya tante akhirnya aku menuruti panggilan Tante Ani dan bergegas masuk mobil Nah gitu Keburu ketahuan temen temenmu repot kata Tante Ani sambil langsung menjalankan mobilnya. Di dalam mobil aku hanya diam saja meskipun aku bisa sedikit melihat Tante Ani beberapa kali menengok padaku Tumben kamu nggak bareng Agus Tanya Tante Ani tiba tiba. Enn Enggak tante Saya lagi pengin sendirian saja Tante nggak sekalian jemput Agus aku sudah mulai menguasai diriku Kan emang Agus nggak pernah dijemput jawab Tante Ani. Eh iya ya jawabku seperti orang bloon Setelah itu kami lebih banyak diam Tante Ani mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang Setelah sampai di sebuah komplek pertokoan Tante Ani melambatkan mobilnya sambil melihat lihat mungkin mencari tempat parkir yang kosong Setelah memarkirkan mobilnya, yang sepertinya mencari tempat yang agak jauh dari pusat pertokoan Tante Ani mengajak aku turun. Setelah turun Tante Ani langsung menyetop taksi yang kebetulan sedang melintas Terlihat dia bercakap-cakap dengan sopir taksi sebentar kemudian langsung memanggilku supaya ikut naik taksi Setelah masuk taksi Tante Ani memberi isyarat padaku yang terbengong-bengong supaya diam kemudian dia menyandarkan kepalanya pada jok taksi dan memejamkan matanya entah kecapaian atau apa Kira kira 20 menit kemudian taksi memasuki pelataran sebuah hotel di pinggiran kota. Di kamu masuk duluan kamu langsung aja Ada kamar nganggur yang habis dipakai tamu kantor tante Nanti tante nyusul kata Tante Ani memberikan kunci kamar hotel sambil setengah mendorongku agar keluar. Kemudian aku masuk ke hotel aku memilih langsung mencari petunjuk yang ada di hotel itu daripada tanya ke resepsionis Dan memang tidak sulit untuk mencari kamar dengan nomor seperti yang tertera di kunci Singkat cerita aku sudah masuk ke kamar namun hanya duduk-duduk saja di situ. Kira-kira 15 menit kemudian terdengar ketukan di pintu kamar ternyata Tante Ani Dia langsung masuk dan duduk di pinggir ranjang Agus bilang kamu keluar dari tim sepakbola ya tanyanya tanpa ba bi-bu dengan nada agak tinggi I iya tante jawabku pelan. Kamu juga nggak pernah lagi kumpul sama temen-temen kamu nggak pernah main lagi sama Agus Tante Ani menyemprotku yang hanya bisa diam tertunduk. Kamu tahu itu bahaya Orang-orang dan keluargaku bisa tahu apa yang sudah terjadi kata-kata Tante Ani terputus dan terdengar mulai sedikit sesenggukan. Tapi saya nggak pernah ngasih tahu siapa siapa kataku Memang kamu belum ngasih tahu tapi kalau ditanyain terus terusan bisa bisa kamu cerita juga katanya lagi sambil sesenggukan Apa yang terjadi dengan keluarga tante jika semuanya tahu. Tante memang salah tante yang membuat kamu jadi begitu kata Tante Ani kali ini agak lirih sambil menahan tangisnya Tapi kalau kamu merasakan seperti yang tante rasakan terputus lagi. Merasakan apa tante Akhirnya Tante Ani cerita panjang lebar tentang rumah tangganya Tentang suaminya yang sibuk mengejar karir sehingga hampir tiap hari pulang malam dan jarang libur Tentang kehidupan seksualnya sebagai akibat dari kesibukan suaminya serta beratnya menahan hasrat biologisnya akibat dari semua itu. Kalau kamu mau marah marahlah Entah kenapa tante nggak sanggup lagi menahan dorongan birahi waktu kamu ke rumah minggu kemarin Terserah kamu mau menganggap tante kayak apa yang penting kamu sudah tahu masalah tante Sekarang kalau mau pulang pulanglah tante yang ngongkosin taksinya kata Tante Ani lirih sambil membuka tasnya mungkin mau mengeluarkan dompet. Nggak nggak usah tante aku mencegah Saya belum mau pulang saya nggak mau membiarkan tante dalam kesedihan Entah pengaruh apa yang bisa membuatku seketika bisa bersikap gagah seperti itu Aku hampiri Tante Ani aku elus-elus kepalanya Hilang sudah perasaan sungkanku padanya Tante Ani kemudian memeluk pinggangku dan membenamkan kepalanya dalam pelukanku. Setelah beberapa lama aku duduk di samping Tante Ani Kuusap usap dan sibakkan rambutnya Kusap pipinya dari airmata yang masih mengalir Pelahan kucium keningnya Kemudian entah siapa yang mulai tiba tiba bibir kami sudah saling bertemu Ternyata kalau tidak sedang merasa sungkan atau takut aku cukup lancar juga mengikuti naluri kelelakianku. Cukup lama kami berciuman bibir dan makin lama makin liar Aku mulai mengusap punggung Tante Ani yang masih memakai baju lengkap dan kadang turun untuk meremas pantatnya Tante Ani pun melakukan hal yang sama padaku. Tante Ani sepertinya kurang puas bercumbu dengan pakaian lengkap Tangannya mulai membuka kancing baju seragam SMU ku kemudian dilepasnya berikut kaos dalam ku Kemudian dia melepaskan pelukanku dan berdiri.Pelan pelan dia membuka pakain luarnya sampai hanya memakai CD dan BH Meskipun aku sudah melihat Tante Ani telanjang tapi pemandangan yang sekarang ada di depanku jauh membuat nafsuku bergejolak meskipun masih tertutup CD dan BH Aku langsung berdiri kupeluk dan kudorong ke arah dinding sampai kepala Tante Ani membentur dinding meski tidak begitu keras. Ah pelan-pelan doonnng kata Tante Ani manja diiringi desahannya desahannya Aku semakin liar saja Kupagut lagi bibir Tante Ani sambil tanganku meremas remas buah dadanya yang masih memakai BH Tante Ani tidak mau kalah bahkan tangannya sudah mulai melepaskan melorotkan celana luar dan dalamku Kemudian diteruskannya dengan menginjaknya agar bisa melorot sempurna Aku bantu upaya Tante Ani itu dengan mengangkat kakiku bergantian sehingga akhirnya aku sudah telanjang bulat. Setelah itu Tante Ani membantuku membuka pengait BH-nya yang ada di belakang Rupanya dia tahu aku kesulitan untuk membuka BH nya Sekarang aku leluasa meremas remas kedua buah dada Tante Ani yang cukup besar itu sedang Tante Ani mulai mengelus dan kadang mengocok penisku yang sudah sangat tegang. Kemudian tante setengah menjambak Tante Ani mendorong kepalaku di arahkan ke buah dadanya yang sebelah kiri Kini puting susu itu sudah ada di dalam mulutku kuisap-isap dan jilati mengikuti naluriku. Aaaaahh oooouhghhh desahan Tante Ani makin keras sambil tangannya tak berhenti mempermainkan penisku Beberapa kali aku isap puting susu Tante Ani bergantian mengikuti sebelah mana yang dia maui.Setelah puas buah dadanya aku mainkan Tante Ani mendorong tubuhku pelan ke belakang Kemudian dia berputar berjalan mundur sambil menarikku ke arah ranjang Sampai di pinggir ranjang Tante Ani sengaja menjatuhkan dirinya sehingga sekarang dia telentang dengan aku menindih di atasnya sementara kakinya dan kakiku masih menginjak lantai Setelah itu dia berusaha melorotkan CD nya yang kemudian aku bantu sehinggap Tante Ani kini untuk kedua kalinya telanjang bulat di depanku. Usai melepas CD-nya aku masih berdiri memelototi pemandangan di depanku Tante Ani yang telentang dengan nafas memburu dan mata agak saya menatapku Gundukan di selangkangannya yang ditumbuhi bulu tidak begitu lebat nampak benar menantang seperti menyembul didukung oleh kakinya yang masih menjuntai ke lantai Bibir vaginanya nampak mengkilap terkena cairan dari dalamnya.Waktu itu aku belum bisa menilai dan membanding bandingkan buah dada mana yang kencang bagus dan sebagainya Paling hanya besar-kecilnya saja yang bisa aku perhatikan. Sini sayaangg panggil Tante Ani yang melihat aku berdiri memandangi tiap jengkal tubuhnya Aku menghampirinya menindih dan mencoba memasukkan penisku ke lubang vaginanya Tapi Tante Ani menahanku Nampak dia menggeleng sambil memandangku Kemudian tiba tiba kepalaku didorong kebawah Terus didorong cukup kuat sampai mulutku persis berada di depan lubang vaginanya Setelah itu Tante Ani berusaha agar mulutku menempel ke vaginanya Awalnya aku ikuti tapi setelah mencium bau yang aneh dan sangat asing bagiku aku agak melawan. Mengetahui aku tidak mau mengikuti kemauannya dia bangun Ditariknya kedua tanganku agar aku naik ke ranjang ditelentangkannya tubuhku Sempat aku melihat bibirnya tersenyum sebelum di mengangkang tepat di atas mulutku. Bleepp aku agak gelagapan saat vagina Tante Ani ditempel dan ditekankan di mulutku Tante Ani memberi isyarat agar aku tidak melawan kemudian pelan pelan vaginanya digesek-gesekkan ke mulutku sambil mulutnya mendesis desis tidak karuan Aku yang awalnya rada-rada jijik dengan cairan dari vagina Tante Ani sudah mulai familiar dan bisa menikmatinya Bahkan secara naluriah kemudian ku keluarkan lidahku sehingga masuk ke lubang vagina Tante Ani. Oooohh sssshhh… pinter kamu sayang oh gerakan Tante Ani makin cepat sambil meracau Tiba tiba dia memutar badannya Kagetku hanya sejenak berganti kenikmatan yang luar biasa setelah penisku masuk ke mulut Tante Ani Aku merasakan kepala penisku dikulum dan dijilatinya sambil tangannya mengocok batang penisku Sementara itu Vaginanya masih menempel dimulutku meskipun gesekannya sudah mulai berkurang Sambil menikmati aku mengelus kedua pantat Tante Ani yang persis berada di depan mataku. Setelah puas dengan permainan seperti itu Tante Ani mulai berputar dan bergeser Masih mengangkang tapi tidak lagi di atas mulutku kali ini tepat di atas ujung penisku yang tegak Sleep bless ooooooooooooohhhhhh penisku menancap sempurna di dalam vagina Tante Ani diikuti desahan panjangnya yang malah lebih mirip dengan lolongan. Tante Ani bergerak naik turun sambil mulutnya meracau tidak karuan Tidak seperti yang pertama waktu di rumah Tante Ani kali ini aku tidak pasif Aku meremas kedua buah dada Tante Ani yang semakin menambah tidak karuan racauannya Rupanya aksi Tante Ani itu tidak lama karena kulihat tubuhnya mulai mengejang Setengah menyentak dia luruskan kakinya dan menjatuhkan badannya ke badanku Ooooooooohhh Aaaaaaaaahhh Tante Ani ambruk terkulai lemas setelah mencapai puncak Beberapa saat dia menikmati kepuasannya sambil terkulai di atasku sampai kemudian dia berguling ke samping tanpa melepas vaginanya dari penisku dan menarik tubuhku agar gantian menindihnya. Sekaraang gantian aku mendorong keluar-masuk penisku dari posisi atas Tante Ani terus membelai rambut dan wajahku tanpa berhenti tersenyum Beberapa waktu kemudian aku mempercepat sodokanku karena terasa ada bendungan yang mau pecah. Tanteeeeee Oooooohhh gantian aku yang melenguk panjang sambil membenamkan penisku dalam dalam Tante Ani menarik tubuhku menempel ketat ke dadanya saat aku mencapai puncak Setelah sama sama mencapai puncak kenikmatan aku dan Tante Ani terus ngobrol sambil tetap berpelukan yang diselingi dengan ciuman Waktu ngobrol itu pula Tante Ani banyak memberi tahu tentang seks terutama bagian-bagian sensitif wanita serta bagaimana meng-eksplor bagian-bagian sensitif itu. Setelah jam 4 sore Tante Ani mengajak pulang Aku sebenarnya belum mau pulang aku mau bersetubuh sekali lagi Tapi Tante Ani berkeras menolak Tante janji kamu masih terus bisa menikmati tubuh tante ini Tapi ingat kamu harus kembali bersikap seperti biasa terutama pada Agus Dan kamu harus kembali ke tim sepakbola Janji. Heeeem aku menganggukkan kepala Ingat kalau kamu tepat janji tante juga tepat janji Tapi kalau kamu ingkar janji lupakan semuanya Oke Aku sekali mengangguk Sebelum aku dan Tante Ani memakai pakaian masing-masing aku sempatkan mencium bibir Tante Ani dan tak lupa bibir bawahnya Setelah selesai berpakaian Tante Ani memberiku ongkos taksi dan menyuruhku pulang duluan. Sejak itu perasaanku mulai ringan kembali dan aku sudah normal kembali Aku juga bergabung kembali ke tim sepakbola sekolahku yang untungnya masih diterima Dari sepakbola itulah yang kemudian memuluskan langkahku mencari kerja kelak Dan Tante Ani menepati janjinya Dia benar-benar telah menjadi pasangan kencanku dan guru sex ku sekaligus Paling sedikit seminggu sekali kami melakukannya berpindah-pindah tempat dari hotel satu ke hotel yang lain bahkan kadang kadang keluar kota Tentu saja kami melakukannya memakai strategi yang matang dan hati hati agar tidak diketahui orang lain terutama keluarga Tante Ani. Sejak itu pula aku mengalami perubahan yang cukup drastis terutama dalam pergaulanku dengan teman teman cewek Aku yang awalnya dikenal pemalu dan jarang bergaul dengan teman cewek, mulai dikenal sebagai play boy Sampai lulus SMU beberapa cewek baik dari sekolahku maupun dari sekolah lain sempat aku pacari dan beberapa di antaranya berhasil kuajak ke tempat tidur Lain waktu kalau sempat saya ceritakan petualangan saya tersebut. Begitulah kisah awalku dengan Tante Ani yang akhirnya merubah secara drastis perjalanan hidupku ke depannya Sampai saat ini aku masih berhubungan dengan Tante Ani meskipun paling-paling sebulan atau dua bulan sekali Meskipun dari segi daya tarik seksual Tante Ani sudah jauh menurun namun aku tidak mau melupakannya begitu saja Apalagi Tante Ani tidak pernah berhubungan dengan pria lain karena dianggapnya resikonya terlalu besar Begitulah Tante Ani yang terjepit antara hasrat seksual menggebu yang tak terpenuhi dengan status sosial yang harus selalu dijaga. itulah Cerita Sex ku dengan tante-tante dan terima kasih sudah membaca alur hidupku dengan thema CERITA SEX DENGAN TANTE ANI.
Share this article :

Blog Super SEO Ini Dikunjungi Sebanyak:

Recent Post

Popular Posts

About Me

Foto Saya
Aku suka mengarang CERITA..
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Cerita Sex Indonesia|Kisah Mesum|Cerita Dewasa - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template